Archive for June, 2007

I’m DoNe

Wednesday, June 27th, 2007

I’m Done with my friendster blog… I hate its interface, I hate its design… I just hate it…

So my ‘thoughts’ has move to rimapink.wordpress.com

YeS!!

RiMa

Jika seorang wanita menangis…

Thursday, June 21st, 2007

Got this from a bulletin board posted by Tissa:

Jika seorang wanita menangis…

Jika seorang wanita menangis di
hadapanmu,
itu berarti dia tak dapat
menahannya lagi..

Jika kamu memegang tangannya
saat dia menangis,
dia akan tinggal
bersamamu sepanjang hidupmu…

Jika kamu membiarkannya pergi,

Dia tidak akan pernah kembali
lagi menjadi dirinya yang dulu…

Dia menjadi lemah!

Seorang wanita tidak akan menangis
dengan mudah,
hanya jika dia sangat
menyayangimu..
Dia akan menurunkan rasa egoisnya..

Lelaki,

Jika seorang wanita pernah menangis
karenamu,
tolong pegang tangannya dengan
pengertian.

Dia adalah orang yang akan tetap
bersamamu sepanjang hidupmu…

Lelaki,
jika seorang wanita menangis
karenamu,
tolong jangan menyia-
nyiakannya..

Mungkin karena keputusanmu kau
merusak kehidupannya…

saat dia menangis di depanmu,

Saat dia menangis karenamu,
Lihatlah matanya…

Dapatkah kau lihat dan rasakan
sakit yang dirasakannya?

Pikirkan…

Wanita mana lagikah yang akan
menangis dengan murni
& penuh rasa
sayang,di depanmu dan karenamu…

Dia menangis bukan karena dia
lemah,
Dia menangis bukan karena dia
menginginkan simpati atau rasa kasihan!

Dia menangis…

karena menangis dengan diam-diam
tidaklah memungkinkan lagi…

Lelaki,

Pikirkanlah tentang itu…

Jika seorang wanita menangisi
hatinya untukmu,

Inilah waktunya untuk melihat
apa yang telah kamu lakukan untuknya,

Hanya kau yang tahu
jawabannya…

Pertimbangkanlah!

Karena suatu hari nanti,

Mungkin akan terlambat untuk
menyesal,

Mungkin akan terlambat untuk
bilang "MAAF"!!!

— END —

NOTE:  I have a few tips for boyfriends when you see / make your girlfriends cry:

1. Just be quite for a moment. apapun yang kamu katakan beberapa detik setelah tetes air  mata pertama yang keluar itu ga akan pernah masuk ke kuping cewe. kecuali kalo kita udah agak sedikit tenang. Tapi jangan ditinggal, apalagi kalo ditinggal nonton tv, or nelpon selingkuhan kamu…. bisa tambah nangis.. huhuhuhu

2. A gentle tap on our shoulder or a hug would do wonders. Kasih kita tanda kalo kamu peduli dan ada buat kita. Tapi jgn dibekep kekencengan. Kalo nangis idung mampet, susah napas..yang ada jadi bengek

3. find some tissues please… Tetep aja ngga mau keliatan jelek donk kami2 pas abis  nangis2  bombay gitu, palagi meler2 gitu. gak bgt khan…. hehehe. PS: jgn pake tissu basah, menurut pengalaman, pedih bgt abis itu matanya…

4. Jangan bilang : aku ngerti… ngga ada yang bisa ngerti tauuu. lagian kalian khan cowo. mana ngerti sih perasaan cewe. Cewe2 aja banyak yang bisa menari bahagia diatas tangisan cewe lain… apalagi co.. huhuhu

5. Make a joke or two…  ketawa pasti bisa makes thing better. The jokes better be good. jgn jayus.

6. Tawarin minum, or better ambilin minum…. yes, dont just sit there and look like you care. even if you dont care, at least be a gentleman.

7. say I Love You or tell her that you care…. and that everything will be ok and no matter what you’ll be on her side. Kalo emang kamu yang bikin dia nangis, say sorry first and then ‘I love you’…

8. It will sound very sweet if you can promise not to make/ let her cry anymore since it breaks your heart to see her crying, and really mean it!

9. kalo masih nangis juga… hmm tanya apa dia mau sendirian dulu, kalo ngga jawab berarti ngga..jadi temenin aja sampe nangisnya redaan ato sampe dia falls asleep dipelukan kamu…

My angel Abigail

Wednesday, June 13th, 2007

Dear Abigail,

I miss you baby, miss saying your name and looking for the best last name ☺.
I miss putting your name on my list.
I miss thinking of you every time I see something that you’d like
I miss imagining you every time I look at another girl’s beautiful eyes.

I imagined you to have a very thick wavy hair, tan, and cheerful. You must be a talkative girl. Just like your cousins and me. Hehehe. It’s so sad that you dont even get to know them. I know that Nada would love you a lot. ☺. You’d have a sweet voice, that we could sing together, and finally have a family band! Hehehe. Or may be you could pick up some instrument course. Piano, violin, guitar, or even drum? It’s up to you my dear.

I thought of us doing sports together. You know, those yoga, Pilates, and gym kind of sports. Let the boys do the sweaty part ya? ☺ or we can dance! Pick a crazy song and just jump and roll, and shake our body everyway we want. That’s fun!

I wished I could dress you up. Buy you nice clothes, shoes, and bags, just like me at your age. It doesn’t matter what your favorite color is. You can choose all you want. And we can decorate your room, with cute stuff, and nice accessories. I like happy house, and if you like it, I’d buy whatever you want! And we can design a cool scrapbook for you! Since you were born up to your wedding day!! Hahaha. That’d be so cool…

And we could hit the mall together. Just the two of us. Once I get my paycheck, I’d treat you in any restaurant that you want! Or maybe buy you a good book to read. If you were spoiled, at least you have to be very smart!

I wished that we could pray together, as a family. And discuss religious issues. Your grandparents will be mad if I don’t do that! You still have Padang blood ok! Huhuhu

And definitely, we could go around the world for holidays. I’d make sure that you see the best of the world honey. Where you could learn other cultures, languages, histories etc.

Abigail, I’m sorry that I could not give you the life that I’ve promised. I’m sorry that I could not see you grow, become a beautiful, smart, lovable and independent girl.

I did promise to give you everything that I have. With tears and blood, I’d do anything for your happiness. I promised that for you, I’d swim the ocean, fly the sky and run anyway. I promised that you’d get whatever you want. I wanted to give you the best in life. But again, honey, I could not, not anymore even if I want.

Honey, even if now you just a vanished dream, a hopeless hope, a rejected wish, an unanswered pray, you still have a special place in my life.  Another girl will replace you someday, should God answer my pray, the one that I’ll do all the above for. But I’ll miss you forever…my precious sweet little angel….

LoVe U Always

Buat seorang adik..

Saturday, June 9th, 2007

Adik, aku cuma bisa liat kamu dari kejauhan sekarang. I’m so happy to see you’re doing well. You are entering a new phase of life! Don’t forget to have fun! I know you are more a man than you actually look.. hehehe. I know that out of everybody else, you somehow could understand better.

I watched you grow, from a little boy up to now, well not very now… :). I miss talking to you, trough your funny sms, msn messages, and  your out-of-this-world-words. I must confess, i’m still using some of them… and i wish i could acknowledge your name and give some copyright for them. But it’s just too complicated. :p

I miss listening to your stories about girls,schools, friends, games, books, etc. though they’re not much, but you made me feel like a big sister. Something that i never felt before. Or when you asking for suggestions about things you wanted to do,I’d stop doing anything and simply wanted to help you out. You are precious! One of a kind!

oh, I miss playing games with you too! those times yaa… dont know if u still remember. I miss your announcements every time you did something big… and how you ask for our opinions. I always believe you have lots of talents, and you’ll be very successful someday!

Well, I dont know why but tonite I miss you sweet little thing…(not so little anymore ya..?) Take care ya dik. Jalanin hidup yang indah ya, jgn lupa terus berdoa, rajin belajar, sayangin keluarga, kerja keras dalam segala hal…

Aku cuma bisa doian dari jauh..semoga semua impian mu jadi kenyataan. Semoga semuanya memang untuk yang terbaik. Maaf ya… we dont have our proper goodbye.. hehehe. Maaf kalo aku sengaja atau ngga disengaja nyakitin kamu, atau orang2 yang kamu sayang… But should you need anything from me, anything… you know how to find me!

Hugs
-Me-

– IRONIC –

Tuesday, June 5th, 2007

-IRONIC-

Kenapa mudah sekali melupakan kebaikan seseorang namun susah untuk melupakan kesalahannya. Kenapa hal-hal indah menjadi begitu ngga berarti begitu hal buruk datang mengganggu. Kenapa menyalahkan itu gampang dibandingkan berjiwa besar dan mengaku salah, atau mengalah?

Kadang kita begitu dibutakan oleh kesalahan seseorang sampai kita lupa, semua manusia itu ga ada yang sempurna, semua pasti punya salah, sedikit atau banyak. Kadang rasa marah kita membuat kita lupa dengan kebaikan orang tadi terhadap kita.

Saat dia buat kita menangis, kita lupa, bahwa selama ini, setiap kita menangis, dia selalu ada buat kita, menghapus air mata kita, menyemangati kita, membuat kita tertawa.

Saat dia buat kita marah, kita lupa, bahwa selama ini, setiap kita marah, dia yang meredam amarah kita, yang mendinginkan kepala kita, yang mencari jalan keluar buat kita.

Saat dia ingkari janji, kita lupa, bahwa selama ini dia yang mengerti bila kita lupa, yang merubah rencananya buat kita, yang berjalan jauh, berlari cepat agar kita tidak kecewa.

Saat dia menentang keinginan kita, kita lupa, bahwa selama ini yang dia pikirkan adalah kebaikan kita, bahwa kita yang dia nomorsatu kan salam segalanya, bahwa bila kita mau mendengar alasannya, itu pasti yang terbaik buat kita.

Saat dia mengatur hidup kita, kita lupa, bahwa saat hidup kita porak poranda, saat tak ada teman untuk berbagi, saat seisi dunia seolah memusuhi, dia yang ada disana bersama membenahinya. memutar segalanya, menjadikan kita manusia yang lebih baik.

Saat dia tak ingin mendengar, kita lupa bahwa selama ini, dua telinganya tersedia buat kita setiap saat, bukan hanya untuk mendengar masalah kita, kadang masalah keluarga kita, mungki tanpa kita sadari saat itu dia yang ingin didengar

Saat dia menomor duakan kita, kita lupa bahwa selama ini kita selalu menomor duakan dia. Dengan segala urusan pekerjaan kita, atau teman2 kita, atau hobi kita, dan lain sebagainya.

Saat dia lelah mengurusi kita, kita lupa bahwa mungkin dia yang terjaga dipagi hari untuk membuat sarapan kita sebelum bekerja, atau dia yang ada disaat kita sakit, dia yang meregangkan otot kita saat kita lelah. Dia yang menggaruk kita di tempat yang benar,  atau dia yang ada untuk memastikan baju kita rapi, atau dia yang memastikan kamar kita bersih, atau dia yang memastikan kita terbangun agar tak terlambat subuh dan bekerja, dia yang membersihkan telinga kita, yang menutupi luka kita agak tak basah, dia yang menjadi agenda berjalan kita agar kita tidak lupa semua rencana.

Saat dia tak menghargai perasaan kita, kita lupa bahwa mungkin kita yang menganggap remeh dia, bahwa kita yang tak bisa mempercayai dia, bahwa kadang kata2 yang keluar dari mulut kita, atau atau teman2 kita ttg dia, atau keluarga kita ttg dia menyakiti hatinya, tapi dia diam… karena dia lebih menghargai perasaan kita.

Saat dia mengkritik kita, kita lupa bahwa mungkin dia yang selama ini selalu membanggakan kita didepan semua orang, bahwa dia hanya ingin kita menjadi lebih baik, dan tidak besar kepala.

Saat dia menghabiskan uang kita, kita lupa bahwa mungkin dia akan berbuat apapun untuk membuat kita dapatkan apa yang kita mau. Bahwa mungkin dia sisihkan uangnya untuk sesuatu yang kita mau, bahwa alasannya bekerja keras untuk membeli dan mengejutkan kita dengan apa yang kita mau, bahwa bukan hanya untuk dirinya  dia bekerja, tapi untuk kita, bahkan mungkin keluarga kita.

Saat dia membuat kita terjaga tak bisa tertidur, kita lupa bahwa mungkin dia habiskan malam panjangnya untuk memikirkan kita, untuk menemani kita melewati waktu, bahwa dia ingin tertidur untuk memimpikan kita, bahwa dia ingin cepat terjaga untuk bisa bertemu kita lagi secepatnya, atau bahwa dia yang selama ini terjaga, hanya untuk memastikan kita tertidur nyenyak dan bermimpi indah, tersenyum dan terlepas lelah.

Saat dia membuat kita merasa terkekang, kita lupa bahwa mungkin dia yang selama ini mengorbankan waktunya, meninggalkan teman dan orang2 yang disayanginya, berbuat segalanya agar kita merasa diterima, agar kita punya teman untuk berbagi saat suka dan duka.

Saat dia membuat kita merasa dunia ini tak adil, kita lupa bahwa mungkin dia yang selama ini memutar dunianya buat kita tanpa memikirkan keadilan, tanpa berharap kita merubah diri kita, bahwa dia yang menerima kita apa adanya.

Saat dia tidak memperdulikan kita, mungkin kita lupa bahwa kita sering mengacuhkannya, saat kita terlarut dalam kesenangan kita, dan bahwa selama ini dia hanya tersenyum bahagia melihat tawa kita dari kejauhan

Saat dia merasa paling benar, mungkin kita lupa bahwa memang apa yang dia rasakan menjadi benar, bahwa apa yang dia takutkan menjadi nyata, apa yang dia perdiksikan menjadi real, apa yang kita bilang tidak sesungguhnya iya. Dan dia hanya membagi perasaannya.

Saat dia melarikan diri dari kita, mungkin kita lupa, bahwa dia hanya ingin sejenak menjadi dirinya, bahwa dia tak ingin kita melihat air matanya, bahwa dia tidak ingin kita melihat amarahnya, bahwa dia ingin sejenak berdiskusi dengan hati kecilnya, bahwa dia lakukan itu bukan untuk kita kejar, tapi untuk sambut lagi dengan pengertian.

Saat dia tidak mau lagi meminta maaf, mungkin kita lupa bahwa dia yang selama ini membolehkan kita berbuat semau kita, bahwa dia yang memaafkan tanpa kita sadar kita menyakitinya, saat kita terus mengulangi kesalahan kita meski kita tau itu membuatnya terluka, saat dia meminta maaf pada orang2 yang kita sakiti tanpa kita sadari agar kita tidak dimusuhi.

Saat dia selalu menaruh curiga, mungkin kita lupa selama ini kita yang membuatnya kehilangan kepercayaan baik pada dirinya maupu pada yang lain, bahwa kita yang membohonginya, bahwa kita yang menghianati dia, bahwa kita yang mencurigai dia meskipun dia tidak melakukan apa2.

Saat dia diam membisu tak mau bicara pada kita, mungkin kita lupa bahwa ditanganya aman rahasia kita, bahwa dia melindungi kesalahan, kelemahan kita. Bahwa dia akan selalu mendengar tanpa menyebar cerita kita. Bahwa saat dai diam, sesungguhnya hati dan pikirannya berperang, bahwa dia tidak ingin sakit hati kita mendengar ucapannya.

Saat dia memaksakan keinginannya, mungkin kita lupa, kalo dia korbankan dunianya buat kita, dia beri segala2nya yang dia puna dan jaga buat kita, bahwa dia ingin terus membahagiakan kita, bahwa dia selalu mendoakan kita, bahwa dia berlutut meminta ampun untuk dosa kita dihadapan Tuhannya.

Saat dia mengancam kita, mungkin kita lupa, bahwa ancamannya hanya karena dia tak tau lagi harus berbuat apa, bahwa pengertian kita tidak pernah lagi dia dapatkan, saat doanya seakan tak didengar, saat yang kita lakukan justru hanya membuatnya lebih luka. Saat yang kita lakukan hanya mempermalukannya di depan orang lain, saat kita seolah membalas perlakuaanya pada kita.

Saat dia tak mampu lagi menghadapi hidup, mungkin kita lupa kalau dia punya batas untuk mengerti, untuk memahami, menerima, menyayangi, memaafkan, mendukung. Bahwa dia sudah selesai berbicara dan mendengarkan. Bahwa dia sudah tak bisa lagi menangis, tertawa, atau marah. Bahwa dia mungkin merasa gila.

Ironis, bahwa kadang kita tidak menyadari bahwa kita menyakiti, bahwa kita menyalahkan, bahwa kita melupakan orang yang mungkin berbuat lebih banyak buat kita. Yang selalu ada buat kita.

Ironis, bahwa kadang kita bilang kita benci seseorang, dan tak mau lagi dia ganggu, padahal, mungkin dia yang menjadikan kita seperti kita yang sekarang, dan meski apa yang kita lakukan, tak akan dia membenci kita.

Ironis, bahwa kita dengan mudah memberinya janji, membuatnya hidup dengan menghirup harapan, tapi kita dengan mudahnya mengingkari janji kita. Membuat dia mempertanyakan keadilan Tuhan, membuatnya terlalu takut untuk kembali memiliki impian.

Ironis, bahwa kadang kita pergi meninggalkan seseorang, dan tak mau tau apa yang terjadi pada dia, karena kita membencinya. Tapi mungkin doanya yang selama ini melindungi kita. Bahwa dia tetap mengharapkan yang terbaik buat kita.

Ironis, bahwa kadang kita menganggap kita ada ditempat yang lebih baik dari sebelumnya, tanpa kita peduli ditempat yang bagaimana dia kini berada.

Ironis, mungkin suatu saat kita disadarkan, dia tak lagi ada disana, karena kita mengusirnya terlalu jauh, menghinanya terlalu tajam, menyakitinya terlalu kejam.

Andai semuanya memiliki rumus matematika, mungkin kita bisa lebih bijak dalam mengingat seseorang… Apa kita menganggapnya sebagai trouble-maker dalam hidup kita atau sebaliknya.

Saat kataku tak lagi bermakna…

Monday, June 4th, 2007

Saat kataku tak lagi bermakna…

Bayangkan

Hidupku sebagai buku putih

Hanya bergaris belum tertulis

Tersampul rapi berjudul namamu

Bayangkan

Harapanku sebagai cerita dongeng

Yang bermulai dengan pada suatu ketika

Dan berhakhir dengan bahagia selamanya

Bayangkan

Impianku sebagai pelangi di akhir hujan

Berwarna warni menembus embun

Tak berbatas dan berujung

Bayangkan

Hatiku sebagai kaca tak berwarna

Yang tak terlihat adanya

Yang pecah berhamburan bila tak dijaga

Bayangkan

Pikirku seperti gunung es di musim salju

Dingin, kokoh membeku,

Namun mencair saat kehangatan datang

Bayangkan

Cintaku seperti batu didalam laut

Seindah mutiara bila kau setia

Serapuh karang bila kau sia-sia

Bayangkan

Aku sebagai aku

Apa adanya aku

Seluruhnya aku

Saat mauku tak terbaca

Saat sikapku tak berarti

Aku hanya ingin dimengerti

Lewat analogi dan ungkapan kata

FoR A LiTTLe SiSTeR

Sunday, June 3rd, 2007

My little sis has packed her bags and is ready to go. Another goodbye to be said! Damn I hate goodbyes. =’(

She might be younger than me, but from her, I learned a lot about life and love. About growing up from a girl to a woman. About taking risks, about following our heart, about letting go, about memories.  She’s there, not for the cuddle, but to show us (her friends) the realities. I’m gonna miss you dear. A lot. Take care will ya! We all love you!

You with your cute smile
And colorful clothes
And very funny laugh
And your helpful hands
And your tuneless voice hahaha
And your yummy foods
And your ‘grow up’ wisdoms
And your forgetful memory
And your always-rearranged-room
And your long preparation before we go out
And late night snacks
And your annoying alarms
And your ‘bu and pak’ nick name to us
And your stories about people in your life
And your heavy – very heavy – bag
And your wit jokes
And your big handphone hahaha
And your poems
And your books
And your love to your family
And your love to us
You!

This place wont feels the same without you sweetie!

For our sweet little sister, DP… reach your dream, follow your destiny…

Photo_127